Cerpen Nenek Misteri Namun Bersahaja Walau Melihatnya Merasa Iba

Advertisement

Baca juga:

Cerpen Rasa Iba Nenek Misteri Namun Bersahaja
foto gambar ilustrasi cerpen mata wajah abstrak

Dalam Hidup, Manusia Senantiasa Mencari Ketenangan, Kejujuran, Cinta Dan Kasih Sayang. Namun Bila Salah Satu Diantara Mereka Itu Tidak Tercukupi Bukanlah Kebahagiaan Yang Di Dapat Melainkan Penderitaan. Bila Diantara Kalian Merasa Dirinya Pernah Dikecewakan Seseorang Janganlah Pernah Berfikir Untuk Membalasnya Ke Orang Lain. Itu Suatu Sifat Yang Dzalim.

Siapa Tahu Orang Itu Ternyata Berhati Mulia Dan Lebih Baik Dari Kita. Dan Janganlah Diantara Kalian Terlalu Cepat Menvonis Sesuatu Sebelum Kita Pahami Permasalahannya. Pahami Permasalahan Dengan Fikiran Bijak Dan Renungkan Sedalam-Dalamnya Baru Kita Tentukan Solusinya. Insyaallah Semua Permasalahan Terasa Ringan Dan Berjalan Seperti Air Yang Mengalir Tanpa Kita Sadari.

Panoramanya Menggugah Rasaku Untuk Mengagumi Keindahannya.Semeru-Sumbing Dua Gunung Yang Letaknya Berseberangan Hampir 2 Minggu Sekali Kulewati Saat Aku Masih Kuliah Di Jogja. Kini Aku Hanya Mampu Menikmati Keindahannya Setahun Sekali, Itupun Bila Aku Ingin Pergi Ke Kota Kecil Banjarnegara.Menengok Ayahandaku Tercinta Yang Telah Terbaring Tenang Dipangkuan-Nya.

Terkadang Bus Kecil Yang Kutumpangi Saat Usiaku 18 Tahun Sarat Penumpang Dan Berjalan Naik Turun Seperti Gajah Kecil Yang Kecapekan Mengangkut Barang Bawaan.Terkadang Aku Geli Juga Melihat Tingkah Pola Penumpangnya..Ada Yang Bercanda Ada Yang Mengantuk Kepalanya Kekiri Kekanan Dan Ada Yang Tertidur Mendengkur Seperti Kucing.

Bus Melintas Diantara Bebukitan Panorama Hijau Membentang Begitu Indah Dan Sejuk. Mataku Yang Tadi Mengantuk Mulai Menelanjangi Hamparan Lautan Kebun Teh Di Sepanjang Perjalananku. Bus Meliuk-Liuk, Penumpang Oleng Kiri Kanan Dan Tak Luput Tas Yang Kupegang Erat-Erat Sejak Pertama Naik Ikut Bergoyang-Goyang.

Seperti Bandul Jam Dinding Kakekku Yang Telah Renta 99 Tahun. Aku Selalu Mengganggu Kakekku Dengan Menyuruhnya Membaca Tulisan Jawa. Dan Beliau Selalu Rajin Mengajari Huruf Demi Huruf Sehingga Aku Lancar Membaca Huruf Jawa. Yang Paling Berkesan Dari Kakekku Lainnya Adalah Nyanyian, Nyanyian Berhasa Belanda Dan Jepang.

Pernah Suatu Kali Kelompok Kami Mendapat Tugas Dari Guru Menciptakan Drama Tentang Perjuangan Melawan Penjajah Jepang. Aku Belajar Dari Kakek Lagu-Lagu Jepang Dan Aku Berperan Menjadi Seorang Pejuang Wanita Yang Ditinggal Mati Kekasih Duh Sedihnya, Aku Pura-Pura Menangis, Saat Itu Drama Yang Kami Mainkan Sangat Meriah.

Aku Tersentak, Di Pundak Kananku Seorang Nenek Tertidur Pulas. Bersender Dan Mendengkur Halus. Kuamati Rautnya Yang Dingin Bersahaja. Ada Rasa Letih Menghiasi Sisa-Sisa Kecantikannya Di Masa Lalunya. 

Rasa Iba Dan Belas Kasih Membuatku Berdiam Diri Dan Tak Berani Bergerak, Aku Takut Membangunkan Nenek Ini. “Ah, Nenek Ini Sungguh Kasihan Betul, Jauh-Jauh Bepergian Seorang Diri, Tanpa Cucu Yang Menemani”. 

Dengan Perlahan Tanganku Berusaha Menahan Agar Nenek Ini Tidak Jatuh. Aku Merasakan Sentuhan Kulitnya Yang Lembut Dan Harum. Nenek Ini Bukan Orang Sembarangan.

Walau Berpakaian Kumal Namun Kulitnya Putih Bersih. Banyak Tambalan Disana Sini. Sangat Kontras Dengan Karakternya dan Dalam Imaginasiku Dia Sangat Menawan Dan Bersahaja.

Itulah Contoh Karya Seni Cerita Pendek / Cerpen Nenek Misteri Namun Bersahaja Walau Melihatnya Merasa Iba