Tuesday, January 16, 2018

Arsitektur Wisma Gedung GKBI Jakarta Menurut Feng Shui

Arsitektur Wisma GKBI Jakarta Menurut Feng Shui
Begitu memasuki lobi gedung GKBI, Anda akan bertemu dengan lobi yang luas dan memberi suasana nyaman. Banyak sofa dan meja seperti layaknya lobi hotel berbintang lima langsung tersedia untuk Anda. Belum lagi dinding-dinding lobi digantungi dengan lukisan-lukisan dengan ukuran besar dan menggunakan warna-warna terang.

Beberapa lukisan masuk aliran abstrak. Hal ini mungkin berbeda dengan gedung perkantoran lain. Tidak perduli apakah anda bertemu rekan bisnis, teman atau sekedar duduk menunggu panggilan mobil suasana lobi sangatlah mendukung.

Pemeriksaan akan dilakukan bagi anda yang pertama kali datang ke sana atau orang dianggap mencurigakan akan langsung didekati Satpam dan ditanya keperluannya. Bagi yang tidak mempunyai tanda pengenal harus memasang 'lencana' tamu yang harus ditempel di baju. Kewaspadaan ini perlu dimaklumi karena gedung GKBI termasuk rawan.

Beberapa kali mendapat ancaman bom membuat penjagaan gedung diperketat untuk melindungi para tenant yang umumnya merupakan perusahaan terkenal atau merupakan afiliasi dari perusahaan mancanegara.

Terletak di ujung jembatan Semanggi, gedung GKBI termasuk gedung paling megah dan baru dibandingkan dengan gedung-gedung tetangganya seperti BRI I dan BRI II atau yang lebih jauh Gedung Bank Perdania. Untuk memasuki wilayah gedung itu harus melalui Gedung BRI II yang terletak di sebelahnya atau lewat jalur lambat, jalur sepeda motor, yang melewati "kolong" Semanggi. Gedung berlantai 40 ini tidak memberi kesempatan nomor untuk lantai-lantai yang mengandung angka 4, sehingga tidak akan Anda temui lantai 4, 14, 24 dan 34.

Kembali berbicara mengenai kemegahan lobi haruslah dipahami bahwa ada dua lobi yang menghadap barat dan menghadap timur tanpa perbedaan dalam fasilitas seperti yang sudah disebut di atas. Kedua lobi tersebut terhubung oleh anak tangga.
Arsitektur Wisma GKBI Jakarta Menurut Feng Shui
Sebenarnya gedung mempunyai arah hadap timur dan barat, tetapi khusus untuk lobi di timur, dengan alasan tertentu, dibuat miring sehingga arah hadap pintu lobi menjadi arah selatan. Terdapat tangga yang menghubungkan 2 lobi dengan bentuk menarik. Disebut menarik karena terbuat dari pualam putih, lebar anak tangga dari besar terus mengecil yaitu mulai dari lobi selatan menuju lobi barat.

Ada 28 anak tangga, di mana setiap 7 anak tangga akan dipisahkan oleh sebuah lantai datar. Untuk memberi kesan artistik sekaligus untuk mengakomodir bentuk tangga, maka di samping tangga dibuat pegangan stainless steel yang dibentuk seperti gelombang air atau ombak.

Di depan lobi selatan (menghadap jalan Sudirman) dibuatlah air terjun untuk mendapatkan efek menguntungkan dari air. Keterbatasan lahan untuk memperoleh efek air yang menguntungkan membuat Grup Mulia, pembangun gedung ini, menggunakan nozzle untuk menyemprotkan air. Bentangan kolam relatif kecil karena dibuat berbentuk setengah elips. Diameter (garis tengah) elips +/- 24 yang terbagi menjadi 3 bentangan pilar masing-masing 5 meter dengan lebar pilar 1 meter ditambah dengan bentangan penutup yang lebarnya masing-masing 3 / meter.

Di tengah kolam elips terdapat 6 air mancur yang dibuat simetri. Lebar terjauh dari titik pusah elips (fokus) +/- 3 meter. Sisi lengkung di sekeliling kolam berbentuk elips dipasang nozzle yang digunakan untuk menyemprotkan air dengan tekanan tinggi. Lewat tekanan air dari nozzle terjadilah friksi dengan air yang ada pada kolan dan air mancur. Friksi air ini mampu memciptakan 'kabut' air dan dalam keadaan cerah (matahrai bersinar) akan diperoleh efek prisma yaitu terbentuknya spektrum warna pelangi.

Apabila air dapat dibuat sedemikian rupa sehingga mampu memendarkan warna pelangi maka (energi) Chi akan datang. Pertimbangan inilah yang memang diinginkan oleh pembangun gedung agar Chi masuk dan memberi kemakmuran bagi para penyewanya. Hasil akhir adalah pengelola gedung dapat menetapkan harga sewa yang lebih tinggi. Pengenaan sewa gedung tinggi ini pula pernah membuat pengelola gedung terlibat sengketa di Pengadilan dengan salah satu penyewanya.

Manfaat air untuk menciptakan kemakmuran sekaligus memberi nilai astetis kepada gedung belumlah cukup untuk lobi selatan saja. Ada tambahan pengaturan air mancur yang terletak menjelang pintu ke luar gedung menuju jalan Sudirman. Ada 3 air mancur yang digunakan untuk menyiram lampu yang 'terbungkus' di dalam kotak kaca. Rasanya di malam hari akan terpancar keindahannya.

Demikianlah Arsitektur Wisma Gedung GKBI Jakarta Menurut Feng Shui, lihat juga artikel tentang Cerita Rumah Berhantu? Kenali Contoh Karakteristik Menurut Feng Shui dan Wallpaper gratis graffiti terbaru 2018