Wednesday, January 3, 2018

Gambar & Video Alat Musik Orgel Sering Dipakai Gereja Memiliki Nada Indah Dan Unik

Gambar & Video Alat Musik Orgel Sering Dipakai Gereja Memiliki Nada Indah Dan Unik
Nada-nada Indah yang Mengandung Spiritualitas Konser Orgel di Gereja Immanuel yang Syahdu karya Sweelinck berlalu dari pendengaran. Tapi hadirin tampaknya masih terhanyut dalam nada sendu dan syahdu. Baru beberapa saat kemudian aplaus panjang pun terdengar memenuhi ruang Gereja Immanuel.

Tak pelak permainan Christina Mandang, 24, membuat sekitar 300 undangan konser orgel yang hadir di Gereja Immanuel akhir pekan lalu itu seperti tehipnotis. Bersama Raoul Rehatta, 25, dan Belinda Siegers, 20, Christina secara bergantian membawakan karya-karya kenamaan lainnya dari Jan Pietersz Sweelinck, Johan Sebastian Bach, dan Felix Mendelssohn Bartholdy. Raoul berturut-turut membawakan Voluntary dalam A minor yang dibuat abad 18 dan Koral: Komm, Heiliger Geist, Herre Gott karya Dietrich Buxtehude.

Menyusul Belinda memperdengarkan karya Johan Sebastian Bach. Karya yang dibawakan adalah bagian pertama dari Trio Sonata V dalam C Mayor, serta Fantasia dan Fuga dalam G minor. Dalam karya ini terdengar nada-nada riang dan semangat. Tampak kelicahan jemari Belinda berhasil menghidupkan kembali karya Bach yang ternama itu.

Setelah rehat kopi selama setengah jam, konser orgel pipa dimulai kembali. Sekali ini Cristina memainkan Finale dari Sonata VI karya Bartholdy, Introduction dan Passacaglia dalam D minor karya Reger, Scherzo dari Symphony II karya Marie Widor, dan variasi koral berdasarkan tema dari Veni Creator karya Maurice Durufle.

Keempat karya ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena menuntut banyak menggunakan pedal kaki dengan kecepatan yang tinggi, serta kecepatan jemari menekan tuts-tuts sesuai dengan notasi balok yang dirangkaikan oleh penciptanya.
Gambar & Video Alat Musik Orgel Sering Dipakai Gereja Memiliki Nada Indah Dan Unik
foto gambar orgel dalam ruangan via pipe-organs.com

Pada akhir tiap lagu, selalu terdengar tepuk-tangan panjang. Tampaknya keempat lagu ini selalu membuat hadirin jadi menahan napas. Christina yang saat ini tengah belajar di konservatori Rotterdam - Belanda tampak puas dengan permainannya.

Yang juga tampak bangga Pendeta HA van Doph dan Pastor A Soetanta S. Ketiga musisi itu memang tak lain siswa bimbingan Pendeta HA van Doph dan Pastor A Soetanta S. Usai pertunjukkan dengan senyum cerah van Doph menyatakan rasa bangga dan bahagianya sebagai orang yang membimbing mereka. Namun dia mengakui permainan mereka masih belum sempurna karena selain masih muda dan belum berpengalaman, ketiga musisi itu juga masih dilanda demam panggung.

Kesulitan lain, menurut van Doph, adalah karena untuk memainkan instrumen orgel pipa dituntut konsentrasi yang tinggi. "Bayangkan, mereka harus memainkan lagu di tangan kanan, kiri dan kaki dalam waktu yang bersamaan," katanya.

Sebenarnya, keindahan karya-karya ini sangat ditunjang oleh instumen musiknya. Alat musik orgel pipa yang terbuat dari bahan alam berupa timah khusus dan kayu mampu menyajikan suara alam. Menurut van Doph keindahan suara hasil orgel tidak dapat disaingi oleh organ elektronik. "Biar pun kedengarannya sama, jika mendengar lebih seksama suara orgel terdengar lebih jernih, bening, dan indah," ujarnya.

Alat musik orgel pipa di Gereja Immanuel yang dipergunakan dalam konser itu, menurut van Doph, merupakan salah satu yang tertua, terbaik, dan terindah di Asia. Bahkan walaupun umurnya menginjak 156 tahun, kata dia, orgel itu masih mampu menghasilkan warna nada yang jernih.

Video Seniman Sedang Mainkan Orgel Via Youtube

Orgel ini dibuat oleh seorang pembuat orgel kenamaan bernama Fa JJ Batz tahun 1841. Alat musik ini memiliki 1116 pipa yang terbagi atas 16 register dan dapat diaminkan dengan 2 klaviar -manual dan pedal. Register merupakan alat penentu dari warna suara. Setiap register dapat dipilih dan dikombinasikan sesuai dengan karakter musik yang dimainkan, Warna suara yang dimaksud seperti mencerminkan spiritualitas, instrospektif, atau emosi manusia seperti riang, sendu, bahkan memuja.

Istilah dan definisi orgel sesungguhnya tidak beda dengan organ. Bedanya orgel berasal dari Jerman dan Belanda, sedangkan organ tepatnya pipe organuntuk membedakan dari organ elektronik berasal dari Inggris. Kata pipe berarti pipa atau suling. Dan memang demikianlah keadaan sesungguhnya, karena suara yang berasal dari orgel adalah hasil tiupan angin yang berasal dari paru-paru terletak di bagian belakang dalam pipa-pipa orgel. Maka hal ini juga menjelaskan mengapa alat musik ini disebut organ.

"Pipa-pipa orgel dibuat dari timah khusus dan kayu," kata van Doph. Melalui suatu sistim mekanik yang rumit dan tersusun dari ribuan onderil terciptalah nada-nada indah.

Alat-alat musik seperti ini sebenarnya sudah dibuat sejak ratusan tahun yang lalu. Sejarahnya malah berawal dengan orgel kecil di Mesir sekitar 300 SM. Alat itu buatan Ktesibios dan dipamerkan di Iskandaria Fair. Cara memainkannya dengan meniup langsung orgel tersebut. Pada abad pertengahan instrumen ini dikembangkan menjadi besar. Akhirnya terciptalah orgel dengan ribuan pipa seperti di Gereja Immanuel ini.

Selain di Immanuel, ada satu orgel lagi di Gereja Santo Paulus-Menteng. Saat ini orgel tersebut sedang dirancang ulang sistim mekaniknya. itulah postingan Gambar & Video Alat Musik Orgel Sering Dipakai Gereja Memiliki Nada Indah Dan Unik, nah alat ini juga bisa dikolaborasikan dengan drum, gitar, biola, saxofon, bass maupun trompet