Karya Buku Sastra Joseph Brodsky, Albert Camus Dan Ernest Hemingway

Advertisement

Baca juga:

Karya Buku Sastra Joseph Brodsky, Albert Camus Dan Ernest Hemingway
Sastra memang telah lama menjadi alat pelarian dari rutinitas yang menjenuhkan-menjadi penyegar dikala gelapnya awan dan turunnya hujan, sore yang hilang ditelan malam yang dingin, sastra menjadi penghangat.

Karya sastra para nobelis yang mengaggumkan seperti mencari jawaban dari persoalan kalkulus, kita diajak bukan hanya sekedar membaca, cukup berat untuk membuat berpikir lama, dan akhirnya klimaks bak pelepasan dopamin. Lega rasanya dapat menjadi detektif dalam gelut pikiran sendiri.

Tidak sampai disitu karya-karya para nobelis-pun cukup banyak menjadi bahan penelitian atas tafsiran yang beragam dikarenakan keunikannya dalam penyajian sastra.

Para peneliti sastra menilainya atas interpretasi gaya, alur, dan pensuasanaan kondisi lewat rangkaian kata yang membentuk bahasa, bahasa Tuhan.

Begitulah para nobelis lewat karya sastranya mengantarkan kita kepada relung pemikiran dan buaian kata yang begitu lembut dalam perpaduan cerpen, prosa, puisi, novel, bahkan gagasan kefilsafatannya melalui penokohan yang diadaptasi dari berbagai cerita-mitologi.

Berikut adalah beberapa karya yang cukup asyik untuk dibaca tanpa mengurangi keasyikan dalam membaca dan berpikir, menyelam dalam sebuah cerita, tersesat dalam pencarian cinta, kebebasan, kebenaran.
Karya Sastra Joseph Brodsky, Albert Camus Dan Ernest Hemingway
foto Joseph Brodsky via our-russia.com
1. Odysseus to Telemachus – Joseph Brodsky

Sebuah puisi yang menggambarkan kekhawatiran alamiah, insting seorang ayah terhadap anaknya untuk melindungi dari kecamuk perang dalam kehangatnya rumah. Di sisi lain, puisi ini memiliki arti paralel atas perpisahan mereka (ayah dan anaknya). Ketika sebuah perpisahan dan harapan seorang ayah yang menginginkan anaknya kelak cepat menjadi seseorang dewasa, seseorang yang tangguh, yang dapat memainkan peran seorang ayah di tengah kecamuk perang, grow up.
Karya Sastra Joseph Brodsky, Albert Camus Dan Ernest Hemingway
Gambar Albert Camus Via theguardian.com
2. Summer – Albert Camus

Musim panas sebuah cerita perjalanan dan pelarian atas kedepresian yang melanda atas pembantahan filsafat keabsurdan (absurdism) oleh Jean-Paul Sartre pada essaynya The Absurd Man. Pelarian ke tanah timur Algaire atau yang lebih dikenal dengan Aljazair yang akhirnya menemui tokoh yang mendukung kefilsafatan absurdism.

Sysiphus, seorang tokoh pada mitologi Yunani yang dihukum untuk mengangkat batu oleh dewa Zeus atas pendapatnya yang menentang sang dewa, tapi menurut Sysiphus pendapatnya tetap benar, ia tetap berpegang teguh sehingga harus menanggung konsekuensi untuk mengangkat batu yang kemudian jatuh kembali kaki gunung sehingga ia harus terus melakukannya sepanjang hidupnya.

Camus menganggap tiada hukuman yang paling menderita kecuali melakukan suatu tindakan-pekerjaan secara terus menerus dan tanpa harapan. Namun, disinilah Camus menemui makna dari absurdism itu sendiri melalui tokoh Sysiphus.
Karya Sastra Joseph Brodsky, Albert Camus Dan Ernest Hemingway
Foto Profil Ernest Hemingway
3. The Gambler, the Nun, and the Radio – Ernest Hemingway

Permainan nada menjadi kunci utama memahami penekanan cerpen Ernest Hemingway. The Gambler, the Nun, and the Radio cerpen yang bertemakan kehampaan hidup yang mencuat dalam doa yang diucapkan berulang-ulang melalui nada apatis ketika Mr. Frazer mengulang-ngulang frasa opium of the people (racun bagi rakyat) dengan kutipan yang terkenalnya “Religion is the opium of The people”.

Sejumlah kritikum memakai contoh frasa opium of the people sebagai contoh nihilisme Hemingway. Latar kehampaan yang terbentuk yang sebenarnya mengafirmasi keimanan hanya sebagai pengisi kehampaan hidup.

Demikinalah Postingan Artikel Karya Buku Sastra Joseph Brodsky, Albert Camus Dan Ernest Hemingway dikutip dari majalahganesha.com Baca Juga wallpaper grafiti terbaru 2018 dan lagu nostalgia barat terbaik sepanjang masa
Seniman Literature Sastra Dunia kata bijak ernest hemingway quotes www.senimania.comsastra menurut para ahli literatur adalah seni ekspresi verbal dipahami sebagai verbal yang "mengacu pada kata , atau menggunakannya dan oleh karena itu mencakup baik teks tertulis literatur ditulis seperti yang diucapkan atau dinyanyikan literatur lisan Dalam pengertian yang lebih terbatas dan Prasasti Nusantara neo-tradisional contoh sastra karya sastra pertama disusun untuk dinyanyikan atau dibacakan tulisan inilah yang memiliki manfaat artistik dan hak istimewa literariness yang bertentangan dengan bahasa biasa yang kurang estetis dan lebih praktis Istilah sastra juga mengacu pada seperangkat produksi sastra bahasa negara periode atau bahkan genre sastra Yunani sastra abad kedelapan belas , sastra fantasiDan himpunan karya yang Mereka tentang seni atau sains literatur medis hukum Hal ini dipelajari oleh teori Daftar pujangga Indonesia

materi sastra Di kata-kata sastrawan Inggris pada abad kedelapan belas, kata "sastra" tidak hanya mengacu pada tulisan-tulisan yang bersifat kreatif dan imajinatif, namun mencakup serangkaian tulisan yang dihasilkan oleh kelas terpelajar: mereka memasukkannya dari filsafat ke esai, lulus untuk surat dan puisi. Itu adalah sebuah komunitas di mana novel ini memiliki reputasi buruk, dan mempertanyakan apakah itu termasuk literatur. Itulah sebabnya Eagleton menyarankan bahwa kriteria untuk mendefinisikan korpus sastra di Inggris abad ke-18 itu ideologis, terbatas pada nilai dan selera kelas terdidik Daftar sastrawan Indonesia

kumpulan bahasa biografi Sastra Bali, Banjar, Batak, Bugis, Jawa, Madura, Makassar, Melayu, Minangkabau, Sasak, Sunda, Lampung macam macam sastra Balada jalanan jenis sastra romansa, dan karya dramatis tidak diperbolehkan. Pada dekade terakhir abad kedelapan belas, sebuah demarkasi baru dari wacana masyarakat Inggris muncul. Eagleton mengatakan kepada kita bahwa kata puisi muncul sebagai produk kreativitas manusia yang bertentangan dengan ideologi utilitarian di awal era industri Dari sudut pandang ini, sastra adalah seni. Suatu aktivitas akar seni yang mengambil bahasa sebagai mediumnya, kata yang menjadi hidup melalui tulisan. Oleh karena itu, ini adalah kegiatan yang tidak membedakan jenis kelamin, motif, atau tema. Ini melampaui waktu dan merupakan bagian dari budaya kelompok manusia.

sastra puisi Jika literatur dianggap sesuai dengan "ekstensi dan isinya", literatur bisa bersifat universal, jika mencakup pekerjaan sepanjang masa dan tempat; Jika terbatas pada karya sastra suatu negara, itu adalah sastra nasional. Produksi, yang umumnya ditulis oleh penulis individual, yang karena kesadarannya akan penulis, pencipta teks sastra, biasanya menandakan karyanya, adalah bagian dari literatur berbudaya, sedangkan produksi anonim adalah hasil komunitas dan transmisi. lisan, kadang dikumpulkan kemudian secara tertulis, membentuk korpus sastra populer atau tradisional.