Sunday, February 18, 2018

Cara Mudah Bentuk Pernafasan Dan Tehnik Vokal Bernyanyi Yang Baik

Cara Bentuk Pernafasan Dan Tehnik Vokal Bernyanyi Yang Baik
Bagaimana mengatur pernafasan yang baik ketika bernyanyi, dan mengolah fungsi pernafasan saat berlatih vokal atau menyanyi, berikut sepenggal pelajaran Fungsi pernafasan di dalam bernyanyi adalah, pertama sebagai power (tumpuan kekuatan) kedua sebagai irama alami yang berasal di dalam tubuh manusia.

Untuk Menjadi Vokalis sebuah band atau anda ingin solo setidaknya Ada 4 jenis Pernafasan Dan Tehnik Vokal Bernyanyi Yang Baik, silahkan dilihat tips dan kiat yang admin senimania.com uraikan dibawah ini

1.Pernafasan klafikuler (pernafasan bahu)
Pada saat menghirup udara, nafas masuk melalui hidung mendesak bahu dan menjadi terangkat ke atas. Mengambil nafas cara ini sangat dangkal, karena tidak tahan lama dan juga sikap tubuh menjadi kurang indah.

2.Pernafasan kostal (pernafasan dada)
Pengambilan nafas menggunakan paru-paru sebagai penampung udara sehingga rongga dada membusung ke depan, karena nafas sepenuhnya ditampung oleh paru-paru. Kelemahannya pernafasan ini adalah paru-paru menjadi cepat lelah dalam menahan udara, sehingga suara menjadi tidak stabil karena kontrol nafas lemah.

3.Pernafasan abdominal (pernafasan perut)
Aktivitas bernafas menggunakan otot perut sebagai penampung udara sehingga otot perut bagian bawah mengembang ke depan turun.

4.Pernafasan diafragma
Diafragma adalah sebuah istilah yang menunjukkan sekat rongga badan. Nafas ini adalah yang paling baik untuk bernyanyi karena memiliki ruang penampung udara yang cukup luas. Paru-paru dapat terisi penuh tanpa terjepit karena ruangan diperluas dengan menegangnya diafragma yang bergerak ke bawah. Dan pernafasan inilah yang seharusnya digunakan oleh setiap penyanyi. Dengan demikian pengeluaran nafas diatur oleh kehendak kita sendiri dan menghasilkan suara yang meyakinkan.

Tetapi tidak semua orang mampu melakukannya dengan mudah. Banyak orang bernafas dengan kurang baik karena diafragmanya tidak bergerak, paru-parunya tidak diisi secukupnya, dan nafasnya menjadi dangkal dan pendek. Pada saat bernyanyi kekurangan-kekurangan seperti ini sangat menggangu, oleh sebab pernafasan diafragma perlu dilatih.

Setelah kita belajar menguasai cara bentuk pernafasan dengan baik, maka marilah kita membicarakan bagaimana nafas itu menjadi suara. Tentu saja proses itu sangat kompleks. Jadi pada bagian ini kita membicarakan bagaimana kita dapat menguasai instrument (suara kita) yang terdiri dari pita suara, rahang, ruang mulut dan lidah.

1.Terjadinya suara
bagaimana terbentuknya suara waktu orang menyanyi? Kita bisa membandingkan ini dengan terompet. Pada semua alat itu, udara yang menjadi sumber tenaga dan menggetarkan bibir yang melekat pada pangkal terompet. Dengan getaran-getaran bibir atau lidah-lidah itu terbentuklah suatu nada. Kemudian suara itu diperkeras dan diperindah dalam taung logam pada terompet.

Pada terompet, udara ditiupkan sedemikian rupa, sehingga bibir menghasilkan getaran-getaran yang disalurkan melalui terompet.

Begitu juga pada manusia, sebelum kita menyanyi, kita harus ‘memompa’ udara ke dalam paru-paru yang dibantu oleh otot-otot perut, otot dada dan otot sisi tubuh serta diafragma. Lalu udara mulai dihembuskan sedemikian rupa sehingga menggetarkan pita suara kita. Kemudian getaran-getaran itu baru menjadi suara yang jelas dan indah di dalam rongga mulut.

Suatu keistimewaan yang dimiliki manusia dan tidak dapat ditirukan oleh alat musik apapun sampai saat ini, yaitu kemampuan membentuk suara menjadi ucapan-ucapan, baik huruf hidup maupun huruf mati, karena mansuia memiliki alat-alat ucapan atau alat-alat artikulasi, sedangkan lat musik yang lain tidak memilikinya. Alat-alat artikulasi tersebut yaitu: bibir, gigi, lidah, langit-langit lunak, rongga mulut, rongga hidung dan anak tekak.

2.Pita suara yang luwes
Seperti bibir yang tebal dan kaku akan menghasilkan bunyi yang tidak indah pada terompet, begitu juga halnya dengan pita suara yang kurang terlatih. Maka syarat mutlak untuk bernyanyi dengan baik adalah pita suara dan tenggorokan yang bersikap luwes.

Untuk menghindari bahwa pita suara menjadi tegang dan kaku maka setiap latihan menyanyi seharusnya diawali dengan latihan yang membantu agar indera suara kita, terutama pita suara menjadi luwes dan ringan. Karena bernyanyi dengan keras menciptakan ketegangan pada pita suara pula, maka latihan-latihan ini harus dilakukan dengan suara yang lembut.

Selama latihan bernyanyi dapat terjadi bahwa tenggorokan kita menjadi tegang, maka diperlukan pemanasan (vocalizing) secukupnya. Yang perlu diperhatikan di dalam bernyanyi adalah kecenderungan mengangkat kepala ke atas waktu bernyanyi keras atau mencapai nada tinggi, yang justru membuat tenggorokan jadi tegang. Maka sebaiknya kepala selalu ditundukkan sedikit ke bawah.


3.Sikap mulut dalam bernyanyi
waktu bernyanyi kitatidak usah terlalu memikirkan bagaimana wajah dan bentuk mulut kita dalam pandangan orang lain. Sebab dengan demikian, kita menjadi takut-takut untuk membuka mulut dalam bernyanyi dengan sebagaimana mestinya. Jadi hendaknya kita mulai bernyanyi dengan mulut yang wajar dan tidak dibuat-buat.

Bibir
Dalam terompet suaranya baru menjadi indah dan keras karena pipa terompet pada ujungnya menjadi lebar. Begitu juga dalam bernyanyi bibir sebaiknya membentuk seperti corong terompet yang kokoh namun tidak kaku.

Rahang bawah
Hendaknya rahang bawah dilatih untuk membuka dan menutup dengan lancer dan luwes. Banyak penyanyi kini belum menyadari bahwa peranan gerakan rahang bawah sangat penting, terutama dalam menyanyikan nada-nada tinggi. Mereka menyanyikan huruf-huruf hidup dengan sikap rahang bawah yang hamper tidak bergerak dan berbeda pada waktu menyanyikan nada-nada yang rendah dan nada-nada tinggi.

Padahal sesungguhnya, setiap huruf hidup terutama u dan I yang dinyanyikan pada nada tinggi memerlukan gerakan rahang bawah yang membuka lebih luas, untuk menghindari suara terjepit. Dengan gerakan ini pula volume suara tetap bisa dipertahankan.

Lidah
Hendaknya lidahpun bersikap luwes, jangan kaku. Kesulitan yang lain ialah bahwa lidah sering tertarik ke belakang dan dengan demikian suaranya tertahan di leher serta artikulasinya menjadi gelap

Demikianlah Postingan admin tentang Cara Mudah Bentuk Pernafasan Dan Tehnik Vokal Bernyanyi Yang Baik, dikutip dari blogm.890m.com jangan lupa juga melihat Kreasi Seni tari, desain logo dan rumah untuk inspirasi anda