La Rose: Perilaku Sosial Melalui Pemahaman Seni Budaya

Advertisement

Baca juga:

La Rose: Perilaku Sosial Melalui Pemahaman Seni Budaya
Berbicara tentang masyarakat dan perilaku sosial dalam konteks persatuan bangsa, hal ini tidak terlepas dari pemahaman mendasar tentang budaya dasar dalam cerminan etika. Terlebih untuk mereka yang bergerak dalam bidang kemasyarakatan perlu memahaminya secara mendasar.

Apabila permasalahan dipecahkan secara parsial, memang mudah untuk sesaat. Namun dalam waktu jangka panjang permasalahan menjadi kabur, kita melihat keadaan samar-samar terpantul dari cermin yang pecah karena pemecahan, penanganan hanya secara parsial semua menjadi kabur.

Keadaan masyarakat, bagaimana menjembatani perbedaan hanya dapat diatasi melalui 'pendidikan', pemahaman tentang permasalahan yang kelak nanti diterapkan dalam bagaimana berperilaku yang etis, beretika dan beretiket. Beradab dan berakhlaq.

Memang berbicara tentang masyarakat, sosial dan kebudayaan sangat luas, karena kita membicarakan:

a. Tingkah laku manusia sehari-hari dan apa yang terus menerus dilakukan menjadi kebiasaan dan disebut prilaku.

b. Manusia berkembang berbeda dengan tingkah laku hewan yang juga berubah namun sedikit sekali lagi pula hewan tidak berbahasa.

c. Kebudayaan adalah fitrah manusia dalam arti kata manusia berada dalam budaya yang terpantul pada bagaimana manusia berprilaku, bagaimana ia berbuat. Pada saat yang bersamaan sekarang perubahan terjadi cepat sekali dan mengakibatkan benturan budaya yang menyentuh seluruh aspek kehidupan, sosial, budaya dan politik yang terpantul pada bagaimana kita berprilaku, berbuat.

d. Selain ia berbuat, ia juga berbicara untuk menyatakan dirinya, dengan kata lain ia berpidato mempengaruhi orang lain untuk mendapatkan pengaruh dan lain sejenisnya. Sebagai misal pandai besi, ia disebut pandai besi, karena terus menerus melakukannya. Melalui hasil pekerjaannya sebagai pandai besi ia mengekspresikan dirinya.

e. Dan melalui tutur katanya ia juga mengekspresikan dirinya, apabila ada pelanggan yang menanyakan sesuatu. Maka ia menjelaskan melalui kalimat, melalui bahasa. Oleh karena itu tidak mengherankan kebudayaan jelas erat hubungannya dengan bahasa.

Bukan hanya bahasa yang dinyatakan dengan kata tapi juga bahasa tubuh. Lihat bagaimana orang Italia berbahasa, bahasa tubuh, intonasi, lebih banyak berkesan ketimbang kalimat.

Dalam perjalanan waktu, berbahasa sebagai alat manusia berhubungan atau berkomunikasi sudah merupakan disiplin ilmu tersendiri. Ternyata bahasa tubuh seringkali lebih berkesan ketimbang bahasa tutur. Konon bahasa tubuh datang dari lubuk hati paling dalam sedangkan bahasa kata hasil pemikiran. Karena itu pula ada kalimat, "Lain di mulut lain di hati".

Bahasa Tubuh

Penting memahami peran budaya tata krama dalam konteks bahasa tubuh.

Manusia Indonesia menjadi bangsa Indonesia karena bahasanya, membuat kita ingat pada Sumpah Pemuda, antara lain berbunyi, "Satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia". Tentu saja bukan berarti dengan menguasai bahasa Inggris lantas kita menjadi orang Amerika. Walau bisa saja kita menjadi warga negara Amerika dan ini didapatkan melalui ujian tentang sejarah Amerika dan kemampuan berhasa Inggris. Apakah lantas berubah menjadi orang Amerika?

Marilah lebih jauh melihat peran budaya; katakan seorang Amerika sudah mahir berbahasa Indonesia karena ia sudah menjadi warga negara Indonesia ini didapatkannya melalui prosedur, lulus diuji antara lain pengetahuan tentang Pancasila. Apakah ia lantas sudah seratus persen seperti orang Indonesia?, pada saat bersamaan orang Indonesia pun sangat beragam. Ia seperti orang Indonesia dari suku yang mana?

Pernah terjadi salah sebuah sekolah menengah di Amerika diadakan pemeriksaan mendadak tentang narkotika. Mereka menemukan kokain di keranjang sampah. Murid-murid satu per satu diperiksa selain oleh polisi dengan dibantu oleh tenaga ahli jiwa. Mereka pun menangkap seorang remaja putra keturunan Puerto-Ricco. Berjam-jam remaja remaja ini diinterogasi dengan tuduhan dialah pemilik kokain. Setelah melakukan pemeriksaan berhari-hari, tetap saja remaja itu tidak mengakui perbuatannya.

Mereka berdialog, melihat latar belakang budaya remaja putra ini, dan ternyata memang benar dia tidak bersalah. Tuduhan padanya berdasarkan bahasa tubuhnya.

Selagi dalam pemeriksaan, ketika diajak berbicara, ia tidak berani melihat wajah pemeriksa, malahan ia tidak mau menatap. Rupanya tata-krama di Puerto-Ricco yang masih berlaku dalam lingkup keluarganya walau mereka sudah menjadi warga negara Amerika, 'tidak sopan anak muda atau mereka yang lebih muda menatap wajah orang yang lebih tua atau yang dituakan'.

Sebaliknya pendapat petugas, para ahli jiwa, seseorang yang berbohong tidak berani menatap wajah lawan bicara. Sedangkan kebiasaan atau budaya di Puerto Ricco, apabila berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang dituakan anak muda atau yang lebih muda hendaknya menundukkan wajah, tidak menatap. Berbuat serupa itu tidak pantas, tidak sopan, lain lagi apabila berbicara dengan sebagian besar orang Barat berbicara tanpa melihat ke wajah diartikan tidak perduli ataupun ada sesuatu yang disembunyikan.

Terjadi benturan budaya karena tidak saling mengenal budaya masing-masing. Selain budaya bangsa, masih ada budaya suku, budaya pribumi, budaya di mana kita bekerja. Perbedaan-perbudaan ini dapat menimbulkan benturan, maka manusia berusaha mencari wadah dimana mereka dapat menyatukan persepsi walau berbeda tapi tetap menyatu.

Berbahasa

Perilaku manusia terdiri dari apa saja? Apa yang membuat manusia itu berada?

a. Manusia selalu berada dalam satu keadaan. Ia membutuhkan melakukan sesuatu untuk bertahan hidup, karena itu ia bekerja apakah sebagai pandai besi ataupun manajer, insinyur dan lain sebagainya. Maka ia berada dalam keadaan mempunyai pekerjaan, dan bagaimana ia bekerja itulah yang menjadi 'budaya kerjanya' yang dijelaskan dalam kata/kalimat, "Orangnya rajin, hasil pekerjaanya baik sekali."

b. Namun bahasa (kata-kata) yang tidak terpisakan dari budaya belum tuntas dapat menjelaskan bagaimana 'budaya kerja'. Bagaimana dan apa yang dimaksudkan, "Ia rajin bekerja, hasil pekerjaannya baik sekali". Budaya bahasa (kalimat) saja belum mencukupi, karena sifat kalimat, bahasa antara lain:

1. Kurang jelas, samar
2. Tidak eksplisit
3. Ambiguity
4. Tergantung pada konteks
5. Menyesatkan

Jadi penjelasan dengan kata saja belum cukup, maka budaya dalam menilai pekerjaan itu dipertajam diberlakukannya ISO inilah antara lain budaya globalisasi dalam dunia kerja yang sekalian mencakup hasil dari apa yang dikerjakan dan imbasnya pada perekonomian, serta aspek lainnya yakni sosial, politik dan budaya.

Kenyataan bagaimana barang ekspor kita banyak yang ditolak karena tidak memenuhi standar. Dan masih banyak persyaratan lainnya.

Maka yang akhirnya menentukan apakah bunyi kalimat itu benar adalah bukti nyata. Dilihat dari hasil pekerjaan itu, tidak cukup hanya dikatakan baik, bagus, melainkan ditentukan oleh satu standar bagaiamana yang baik dan benar keadaan hasil produk itu. Yang diberlakukan sekarang, antara lain, apakah hasil produksi berwawasan lingkungan hidup dan hak buruh atau hak azasi manusia, adanya peraturan 'keselamatan kerja' Bukan hasil akhir melainkan prosesnya yang menghasilkan yang baik, memenuhi standar internasional.

Keadaan masyarakat lantas terekspresikan pada jorgan-jorgan, lelucon, humor, sebagai misal yang kita kenal di Indonesia sedikitnya di Jakarta 'NATO' (No Action Talk Only) sebagai ungkapan kebiasaan atau budaya banyak berbicara, mengumbar janji tapi tidak ada tindakan nyata.

Pendidikan adanya keterkaitan antara manusia dengan budaya dalam cerminan etika menuju persatuan bangsa.

Berbicara tentang masyarakat tak terlepas dari pemahaman Budaya Dalam Cerminan Etika, tidak dapat dipisahkan dari unsur pendidikan.

Aristoteles berpendapat, "Pendidikan dan pembinaan generasi muda warga negara sangat penting karena merekalah tulang punggung negara yang akan mengemban tugas-tugas negara demi kesejahteraan bersama. Mereka perlu dididik dan dibina agar kelak benar-benar dapat menjadi warga negara yang baik dan bertanggungjawab. Namun keinginan yang mulia itu tidak akan pernah dapat terwujudkan apabila penyelenggaraan pendidikan dibiarkan tak teratur dan sekehendak hati orang tua ataupun guru-guru bayaran. Masa depan bangsa dan negara ditentukan oleh kualitas pendidikan dan pembinaan yang mereka peroleh sejak masa kecil mereka.

Pendidikan Musik

Latihan fisik harus berjalan bersama dengan latihan musik, karena hanya latihan fisik mengubah kaum muda menjadi seperti 'binatang buas'.

Tujuan utama pendidikan ialah untuk menyanggupi menggunakan seluruh daya intelektual dan artistik yang dimilikinya, agar ia dapat menghidupi suatu kehidupan yang penuh 'kebajikan' dan senang.

Kehidupan yang baik haruslah diwarnai oleh kadar budaya dan seni yang tinggi. Dan untuk mencapai kehidupan yang demikian itu, pendidikan musik memiliki peranan yang amat peting. Musik yang bagaimana? Dari penelitian ternyata musik tidak berbeda dengan makanan. Bagaimana pengelolaannya sehingga makanan itu menyehatkan dan bukan justru meracuni. Fakta berbicara keterkaitan antara musik dan berbagai narkoba.

Pendidikan musik harus dimasukkan dalam program pendidikan warga negara, bukan semata-mata untuk mereguk kenimatan yang sanggup diberikan oleh musik, melainkan karena kodrat manusia bukan hanya menghendaki bekerja sebagaimana mestinya, tetapi juga bersenang-senang dengan cara yang benar.

Bagaimana sebenarnya bersenang-senang yang benar itu? Bukan bersenang-senang sekedar bermain-main, karena apabila bersenang-senang itu merupakan tujuan h idup, maka jelaslah bermain-main itu bukan tujuan hidup manusia lahir di bumi ini.

Bersenang-senang yang benar hanya dapat dilakukan melalui pendidikan musik. Pendidikan musik sama penting dengan pelajaran membaca, menulis dan lain-lain. Musik bukan sekedar hiburan ringan, pengisi waktu luang. Musik yang baik adalah alat tangguh bagi pembentukan budaya berbudi luhur, kasih sayang, mencintai, menghargai, bersyukur, kagum akan kebesaran Maha Pencipta.

Demikinalah Postingan Artikel La Rose: Perilaku Sosial Melalui Pemahaman Seni Budaya Baca Juga Gambar Tato-Tato Keen Tebaru Dan Wallpaper HD Dinding, Lantai 3 dimensi
Gambar Lucu Kata Meme Terbaru Paling Gokil Banget Foto Tattoo Keren dilengan tangan 2018 Yang Bagus untuk wanita dan pria Kumpulan SenimaniaFotografi Terbaru model 2017 Luar Biasa Dan Istimewa dengan Contoh Karya Seni Paling Top